Blog campuran informasi

Kenali diri

Jendral berbintang lima,saudagar kaya raya, dan Siapapun Anda yang bergelimang harta dan tahta, semua hanyalah serpihan atribut dunia yang menempel untuk sementara. Namun kadang manusia menjadi angkuh dan jumawa. Terkesan melupakan, arti sesungguhnya keberadaannya didunia.

Tidak akan pernah ada manusia yang hidup kekal selamanya didunia. Fir'aun sekali pun yang mentahbiskan dirinya sebagai Tuhan tetap tak kuasa menahan takdir dan kehendakNya. Tapi sungguh mengherankan, tatkala banyak manusia yang mengikuti jejak Fir'aun dengan menjadikan harta, pangkat dan jabatan sebagai Tuhan. Mereka nyaris tak peduli bahwa semua itu hanya hiasan yang menempel sementara.

Sadarkah manusia bahwa mereka sesungguhnya telah melakukan perjanjian dengan Allah swt. Sebelum lahir kedunia? Perjanjian yang berisi pengakuan manusia terhadap ke-Esaan Tuhannya. Sebuah perjanjian abadi yang kembali harus kita ungkap dan pelajari sekarang ini.

Allah swt. berfirman : "Dan ingatlah (hai Muhammad),ketika Tuhanmu mengeluarkan (menciptakan) keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian dari diri mereka sendiri dengan firman-Nya, "Bukankah Aku Tuhanmu?" Mereka Menjawab, "Ya, kami mengakui". Nanti di hari kiamat kamu tidak dapat lagi mengatakan, 'Sesungguhnya kami lengah terhadap hal ini (keesaan Allah).' Atau agar kamu tidak mengatakan, 'Sesungguhnya bapak orang-orang tua kami dahulu yang mempersekutukan Tuhan, dan kami keturunan (generasi) sesudah mereka. Apakah Engkau akan membinasakan kami lantaran perbuatan orang-orang yang sesat (dahulu itu)?" (QS. Al A'raf:172-173)

Ayat diatas menerangkan bahwa seluruh manusia pernah melakukan persaksian dengan Allah swt. Pengalaman luar biasa ini tertanam dalam jiwa manusia dan menjadi fitrah bagi kehidupannya. Artinya, ada sebuah pertanggung jawaban yang harus dilakukan manusia setelah habis masa keberadaannya didunia.

Sekarang,sudah selayaknya bagi kita sebagai umat yang beriman untuk terus menerus melakukan intropeksi diri. Upaya konkrit yang bisa kita lakukan adalah :
Pertama, jangan pernah berharap selain kepada-Nya.
Kedua, tak henti-henti bersyukur atas nikmat Allah swt. Agar terhindar dari kesombongan yang bisa menjerumuskan manusia ke dalam kemusyrikan.
Ketiga, Kenali diri sebagai upaya untuk mengenal lebih jauh Ilahi Rabbi.
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Kenali diri dengan judul Kenali diri. Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://edybawas.blogspot.com/2009/02/kenali-diri.html. Terima kasih!
Ditulis oleh: Edybawas -